Sabtu, 19 Oktober 2013

Rangkuman Ilmu Sosial Dasar Bab 1, 2, dan 3



BAB 1
ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH DASAR UMUM

Ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakata Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian yang berasar dari berbagai bidang pengeahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial. ilmu sosial dasar tidak menggabungkan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing ilmu memiliki objek dan metode ilmiah tersendiri yang tidak mungkin dipadukan. Lalu, ia tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu.
Akan tetapi, Ilmu Sosila dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran di Perguruan Tinggi. Jadi, mata kulah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar  pemikiran dan persepsi terhadap lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan sehingga mahasiswa lebih kritis dan peka terhadapnya.  
Tujuan pembinaan ilmu sosial dasar bagi mahasiswa, yaitu :
1.   Memahami dan menyadari adanya kenyatan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat
2.   Peka, tanggap,  dan ikut serta menanggulangi  terhadap masalah-masalah sosial yang ada di lingkungan masyarakat
3.   Menyadari terhadap masalah sosial yang timbul selalu bersifat kompleks dan mempelajarinya secara kritis-interdisipliner
4.   Memahami pikiran para ahli dan dapat berkomunikasi dengan merka terhadap penanggulangan masalah sosial di masyarakat
Ilmu sosial dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki persaman dan perbedaan.
Persamaan antar keduanya, yaitu
a.   Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan pendidikan
b.   Kedianya bukan disiplin yang berdiri sendiri
c.   Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari masalah dan kenyataan sosial
Perbedaan antar keduanya, yaitu :
a.     Ilmu sosial dasar diberikan di perguruan tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan
b.     Ilmu sosial dasar merupakan mata kuliah tunggl, sedangkan ilmu pengetahuan sosial merupakan kelopmpok mata pelajaran (sekolah lanjutan)
c.      Ilmu sosial dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian sedangkan ilmpengetahuan sosial diarahkan untuk keterampilan intelektual.  
Menelaah masalah-masalah sosial, hendaknya mengidentifikasi kenyataan-kenyatan sosial dan memahami konsep sosial tertentu. Sehingga Ilmu Sosial Dasar dibedakan atas 3 golongan, yaitu :
1.     Kenyatan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama terhadap masalah sosial tertentu
2.     Kenyatan-kenyatan yang dibatasi pada konsep dasar/elemnter saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial
3.     Kenyatan-kenyataan sosial yang terlibat antara dengan lainnya yang saling berkaitan
Konsorsium Antar Bidang telah ditetepkan yang terdiri dari 8 pokok bahasan, maka diharapkan dalam ruang lingkup perkuliahan mempelajari dan memahami adanya :
1.     Masalah kependudkan dalam hubngan masyarakat dan kebudayaan
2.     Masalah individu, kelarga, dan masyrakat
3.     Masalah pemuda dan sosialisasi
4.     Masalah hubungan antar warga negara  
5.     Masalah pelapisan dan kesaam derajat sosial
6.     Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan
7.     Masalah pertentangan sosial dan integrasi
8.     Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat

BAB 2
PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor dalam masalah sosial ekonomi dan masalah penduduk khususnya, karena disamping berpengaruh terhadap jumlah penduduk tetapi juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi di suatu daerah bahkan dunia.  Disampign itu, apabila pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi dengan fasilitas yang lebih maka akan menimbulkan banyak masalah di masyarakat tersebut.
Faktor-faktor demografi yang mempengaruhi pertambahan penduduk, yaitu:
1.     Kematian (mortalitas)
Ada 2 tingkat jenis kematian, yakni:
a.     Tingkat kematian kasar (Crude Death Rate/CDR) yaitu banyaknya orang yang meninggal pada satu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut
b.     Tingkat kematian khusus (Age Spesific Death Rate) adalah tingkat kematian yang dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, pekerjaan.
2.     Kelahiran (fertilisasi)
Penyebab adanya alasan pengukuran fertilisasi adalah :
1.     Sulit memperoleh statistik lahir hidup
2.     Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak
3.     Makin tua umur wanita tidaklah berarti
4.     Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan
Ada dua istilah asing yang keduanya diterjemahkan sebagai kesuburuan.
a.     Facundity (kesuburan adalah lebih diaertikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak
b.     Fertility (fertilitas) adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita. Yang dimaksud dengan lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan

Fertilisasi dibagi menjadi 2, yaitu :
a.     General Fertility Rate (GFR) Angka kelahiran umum adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 wanita usia produktif (antara 15-49 tahun)
b.     Age Spesific Rate (ASFR) Tingkat Kelahiran Khusus adalah menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok berusia 155-49 tahun  
3.   Migrasi
Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Dinamika penduduk juga mempengaruhi gerakan penduduk yaitu mobilitas. Mobilitas adalah perpindahan yang mencakup teritorial secara permanen dan sementara. Bagi merka yang pernah pindah tempat tinggal kurang dari batas waktu disebutmobilita sirkuler.
Langkah-langkah seseorang mograsi untuk pindah ke daerah lain terlebih dahulu mengetahui faktor-faktor sebagai berikut :
·       Persediaan sumber alam
·       Lingkungan sosial budaya
·       Potensi ekonomi
·       Alat masa depan  
Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah dapat dilihat dari bentuk piramida penduduk. Karena bentuk piramida penduduk akan menunjukan perbandingan jumlah penduduk anak-anak, dewasa, dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan.
Ada 3 jenis struktur piramida penduduk, yaitu :
1.     Piramida penduduk muda
Menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian.
2.     Piramida stasioner
Menggambarkan keadaan penduduk tetap(statis). Jumlah angka kematian rendah dan angka kelahiran tidak begitu tinggi.
3.     Piramida penduduk tua
Menggambarkan penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. 

Rasio ketergantuangan (depency of ratio)
Rasio ketergantungan adalah angka yang menunjukan perbaningan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah yang tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja. Biasanya dinyatakan dengan persen (%). Batas golongan umur produktif kerja masing-masing daerah/negara berbeda-beda. Biasanya antara usia 15 tahun sampai dengan 65 tahun.

Pertumbuhan dan Perkembangan kebudayaan di Indonesia
Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesia, mulai dari zaman batu sampai zaman logam sungguh berliku-liku. Berdasarkan pendapat para ahli prehistoric ternyata zaman batu terbagi menjadi 2 yaitu Zaman batu tua (Paleolithikum) dan Zaman batu muda (Neolithikum).
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam. Berdasarkan penelitian para ahli, bangsa Proto Austonesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapan batu besar maupun kecil  bersegi-segi itu berasal dari Cina Selatan, menyebar kea rah Selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semananjung malaka. Lebih lanjut menyebar ke Sumatra, Jawa, KalBar, Nusa Tenggara, Flores, Sulawesi dan Pilipina. Kapan baru serupa itu diasah sampah mengkilat dan diikat kepada tangkai kayu dengan rotan.
Zaman batu muda membawa revolusi dalam kehidupan manusia, mereka mulai hidup menetap, membuat rumah, membentuk desa, bertani dan beternak untuk keperluan mereka. Alat-alatnya pun mengalami kemajuan mulai dengan kepandaian mencairkan logam dari biji besi dan mampu membuat senjata untuk berburu dan berperang.
Berlanjut ke zaman berikutnya zaman kebudayaan Hindu, Budha dan Islam. Pada abad ke 3 dan ke 4 agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya pulau Jawa. Sekitar abad ke 5, ajaran Budha masuk ke Indonesia dan khususnya pulau Jawa. Kedua agama ini tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai mereka melahirkan karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan, seni pahat, seni ukir, dll. Lalu pada aband ke 15 dan 16 agama Islam masuk ke Indonesia dan dikembangkan oleh para pemuka Islam yang disebut Wali Sanga dan titik sentra penyebaran agam Islam berada di pulau Jawa. Agama islam berkembang pesar di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk Indonesia.

Kebudayaan dan Kepribadian
            Setiap masyarakat mempunyai sistem kaidah dan sistem nilai sebagai konkretisasi yang memiliki harapan-harapan masyarakata tentang perilaku yang pantas. Dan sebaliknya, segala yang berbeda dianggap aneh, kurang asusila, bertentangan dengan kodrat, dsb. Sifat-sifat kepribadian yang berasal dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatu kelompok juga mecerminkan sikap hidup sehari-hari. Sudah kita ketahui bersama bahwa, Indonesia memiliki beragam bahasa, adat istiadat, karya budaya, dalam hal ini corak-corak kebudayaan di berbagai suku di Indonesia telah memberikan kepribadian bagi bangsa Indonesia. Kepribadian bangsa Indonesia yang ramah tamah, suka menolong, dll adalah ciri khas dari sekian banyak kepribadian suku-suku bangsa yang berada di Indonesia.

BAB 3
INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

PENGERTIAN INDIVIDU
‘Individu’ berasal dari kata latin ‘individuum’ artinya yang tidak terbagi. Jadi merupakan sebuan yang dapat dipaki untuk menyatakan suatu kesatuan yang terbatas. Dalam ilmu sosial kehidupan manusia menyangkut dalam tabiatnya dengan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu bukan berarti manusai sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan kesatuan yang terabatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Dengan demikian sering disebut dengan ‘orang-seorang’ atau ‘manusia perseorangan. Individu sangat berpengaruh terhadap lingkungan sosial dan masyarakatnya. Manusia pasti memiliki watak dan sifat berbeda-beda meskipun ia kembar identik. Namun, individu memiiki kepribadian yang berbeda-beda yang dapat menjadikannya sebagai ciri khas dari individu itu sendiri.
Dapat disimpulkan bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas, melainkan memiliki kepribadian serta pola tingkah laku spesifik yang berbeda-beda dari dirinya. Stiap individu pasti memilki beban/masalah di kehidupannya. Konflik itulah yang mungin terjadi karena pola tingkah laku spesifik yang bertentangan dengan peranan yang dituntut oleh masyarakat sekitarnya.

PENGERTIAN PERTUMBUHAN
Pertumbuhan adalah perubahan yang terjadi pada waktu-waktu tertentu yang dapat dihitung/diukur di suatu populasi tersebut. Ada 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan, yaitu :
1.     Pendirian navistik yaitu faktor yang dibawa sejak lahir yang emnunjukkan berbagai kemiripan antara orang tua dengan anaknya.
2.     Pendirian empiristik dan environmentalitik yaitu faktor yang dipengaruhi oleh pertumbuhan individu yang hanya tergantung pada lingkungan yang tidak berperan sama sekali. Pendirian ini berlawanan dengan pendirian navistik, karena pendirian ini menolak dasar dan menekankan pada lingkungan terhadap konsekuensi yang dapat dibicarakan dalam lingkungannya.
3.     Pendirian konvergensi dan interaksionisme yaitu faktor yang dipengaruhi oleh pandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan indvidu.
TAHAP PERTUMBUHAN INDIVIDU BERDASARKAN PSIKOLOGI Pertumbuhan individu sejak lahir sampai dewasa melalui beberapa fase, yaitu :
a.     Masa vital, yaitu berusia 0-2 tahun
b.     Masa estetik, yaitu berusia 2-7 tahun
c.      Masa intelektual, yaitu berusia 7-14 tahun
d.     Masa sosial, yaitu 14-21 tahun  

FUNGSI-FUNGSI KELUARGA  
Keluarga merupakan unit masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelomok kecil dalam masyarakat. Tidaklah dapat dipungkiri, bahwa keluarga memiliki fungsi tanpa batas terhadap pembentukan sesorang. Fungsi keluarga merupakakn suatu pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukakan di dalam atau oleh keluarga. Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilasanakan oleh keluarga kedalam beberapa fungsi, yaitu :
a.     Fungsi Biologis, yaitu tugas keluarga yang utama dalam persiapan-persiapan dalam meneruskan keturunan sebagai penerus keluarga.
b.     Fungsi Pemeliharaan, yaitu tugas untuk melindungi anggota keluarga terhadap keamanan dan kenyaman, sehingga terwujud masyarakat yang terhindar dari gangguan apapun.
c.      Fungsi Ekonomi, yaitu tugas yang dimiliki oleh keluarga terhadap kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
d.     Fungsi Keagamaan, yaitu tugas keluarga dalam mewajibkan untuk memperkenalkan, mengajak anggota masyarakat untuk mendalami ajaran-ajaran agama yang dapat memepengaruhi perilaku yang lebih baik kedepannya dan menjadikannya sebuah pedoman.
e.      Fungsi Sosial, yaitu tugas kelurga untuk mepersiapkan anggota keluarganya dalam bekal-bekal dan memperkenalkan nilai-nilai serta mempelajari peranan yang dapat digunakan bila sudah dewasa kelak, denan demikian akan terjadi sosialisasi

PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Tatanan kehidupan dan norma-norma yang mereka miliki itulah yang menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka Masyarakat dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :
a.      Masyarakat Sederhana
Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja dalam bentuk lain tidak terungkap dengan jelas, disisi lain perekonomian masyarakat sederhana belum terjadi kerataan terhadap wanita dengan laki-laki.
 b.      Masyarakat Maju
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok social atau lebih akrab dengan sebutan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan yang akan dicapai.

Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat
Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat. Aspek individu, keluarga, masyarakat  adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya mempunyai keterkaitan dan pengaruh yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementara disisi lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya.

Urbanisasi dan Urbanisme
Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi mempunyai akibat-akibat negatif, hal ini terutama disebabkan karena pada umumnya produksi pertanian sangat rendah apabila dibandingkan dengan jumlah individu yang dipergunakan dalam produksi tersebut dan boleh dikatakan bahwa faktor pertumbuhan penduduk merupakan gejala yang umum di negara agraris yang secara ekonomis masih rendah.
Proses urbanisasi bisa terjadi lambat atau cepat tergantung pada keadaan masyarakat. Secara umum penyebab perpindahan penduduk tersebut dikarenakan :
1.     Daerah tersebut menjadi pusat ibukota yang memiliki banyak peluang untuk menjadi individu yang berguna (nengadu nasib)
2.     Daerah tersebut letaknya strategis untuk usaha-usaha perdagangan
3.     Timbulnya daerah industri yang memproduksikan barang-barang maupun jasa.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar