Sabtu, 12 Oktober 2013

PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN INDIVIDU DALAM PERAN SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT



PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN INDIVIDU DALAM PERAN SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT

Di semua masyarakat yang pernah dikenal, hampir semua orang hidup terikat dalam jaringan kewajiban dan hak keluarga yang disebut hubungan peran (role relations). Seseorang disadarkan akan adanya hubungan peran tersebut karena proses sosialisasi yang sudah berangsung sejak masa kanak-kanak, yaitu suatu proses dimana ia belajar mengetahui apa yang dikehendaki oleh anggota keluarga lain daripadanya, yang akhirnya menimbulkan kesadaran tentang kebenaran yang dikehendaki.  Perkembangan karakter seorang anak dipengaruhi oleh perlakuan keluarga terhadapnya. Karakter seseorang terbentuk sejak dini, dalam hal ini peran keluarga tentu sangat berpengaruh.
Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dalam masyarakat. Bagi setiap orang keluarga (suami, istri, dan anak-anak) mempunyai proses sosialisasinya untuk dapat memahami, menghayati budaya yang berlaku dalam masyarakatnya. Keluarga menjadi begitu penting karena melalui keluarga inilah kehidupan seseorang terbentuk. Lalu, keluarga merupakan tempat ternyaman bagi anak. Berawal dari keluarga segala sesuatu berkembang. Kemampuan untuk bersosialisasi, mengaktualisasikan diri, berpendapat, hingga perilaku yang menyimpang. Dalam sisi lain, keluarga juga merupakan produsen dan konsumen sekaligus, dan harus mempersiapkan dan menyediakan segala kebutuhan sehari-hari seperti sandang dan pangan. Setiap keluarga dibutuhkan dan saling membutuhkan satu sama lain, supaya mereka dapat hidup lebih senang dan tenang. 
Walaupun demikian, pendidikan pun sudah pasti berpengaruh juga terhadap perkembangan seseorang. Setinggi apapun pendidikan tersebut pasti bisa mempengaruhi dalam pembentukan karakter seseorang. Pendidikan dasar wajib dimiliki tidak hanya oleh masyarakat kota, tetapi juga masyarakat pedesaan. Seseorang yang memiliki tingkat pendidikan tinggi cenderung lebih dihormati karena dianggap berada strata sosial yang tinggi. Kualitas seseorang dilihat dari bagaimana dia dapat menempatkan dirinya dalam berbagai situasi. Pendidikan moral dalam keluarga perlu ditanamkan pada sejak dini pada setiap individu. Walau bagaimana pun, selain tingkat pendidikan, moral individu juga menjadi tolak ukur berhasil tidaknya suatu pembangunan. Sumber daya manusia berkualitas dapat dilihat dari keluarganya. Bukan hanya keluarga mampu dari segi materi, yang dapat meningkatkan kualitas individunya melalui tambahan-tambahan materi pembelajaran di luar bangku sekolah. Akan tetapi, keluarga sederhana di desa pun dapat menjamin kualitas sumber daya manusianya. Kualitas sumber daya dan keluhuran budi pekerti merupakan hasil tempaan orang tua. 
Pendapat:
Sudah kita ketahui bersama, bahwa keluarga sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter seseorang. Dimana, kita sebagai anggota masyarakat bisa saling berinteraksi dan bisa saling bersosialisasi. Sifat, perilaku, sopan santun, dan sebagainya bisa ditemukan dan dibentuk sejak dini jika peran keluarga sangat memperdulikan perkembangan individu tersebut. Di sisi lain, pendidikan juga sangat berpengaruh, karena pendidikan disini selain memberikan pengetahuan yang sangat luas, tetapi juga memberikan tata krama yang bisa dijadikan modal dalam pembentukan karakter sebagai anggota masayarakat. Menjadi seseorang yang berkulalitas pasti dilihat dari karakter sifat dan pengetahuan yg tinggi dimiliki oleh masyarakat. Jadi, memang peran keluarga dan pendidikan sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter diri untuk menjadi individu yang berkualitas dalam anggota masyarakat.
NAMA  : MUNIFATUL IMTINAN
KELAS : IKB05
NPM     : 26113209

Tidak ada komentar:

Posting Komentar