PERAN
KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN INDIVIDU DALAM PERAN SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT
Di semua masyarakat
yang pernah dikenal, hampir semua orang hidup terikat dalam jaringan kewajiban
dan hak keluarga yang disebut hubungan peran (role relations).
Seseorang disadarkan akan adanya hubungan peran tersebut karena proses
sosialisasi yang sudah berangsung sejak masa kanak-kanak, yaitu suatu proses
dimana ia belajar mengetahui apa yang dikehendaki oleh anggota keluarga lain
daripadanya, yang akhirnya menimbulkan kesadaran tentang kebenaran yang
dikehendaki. Perkembangan karakter
seorang anak dipengaruhi oleh perlakuan keluarga terhadapnya. Karakter
seseorang terbentuk sejak dini, dalam hal ini peran keluarga tentu sangat
berpengaruh.
Keluarga merupakan
kelompok sosial terkecil dalam masyarakat. Bagi setiap orang keluarga (suami,
istri, dan anak-anak) mempunyai proses sosialisasinya untuk dapat memahami,
menghayati budaya yang berlaku dalam masyarakatnya. Keluarga menjadi begitu
penting karena melalui keluarga inilah kehidupan seseorang terbentuk. Lalu, keluarga
merupakan tempat ternyaman bagi anak. Berawal dari keluarga segala sesuatu
berkembang. Kemampuan untuk bersosialisasi, mengaktualisasikan diri,
berpendapat, hingga perilaku yang menyimpang. Dalam sisi lain, keluarga juga merupakan
produsen dan konsumen sekaligus, dan harus mempersiapkan dan menyediakan segala
kebutuhan sehari-hari seperti sandang dan pangan. Setiap keluarga dibutuhkan
dan saling membutuhkan satu sama lain, supaya mereka dapat hidup lebih senang
dan tenang.
Walaupun demikian, pendidikan
pun sudah pasti berpengaruh juga terhadap perkembangan seseorang. Setinggi apapun
pendidikan tersebut pasti bisa mempengaruhi dalam pembentukan karakter
seseorang. Pendidikan dasar wajib dimiliki tidak hanya oleh masyarakat kota,
tetapi juga masyarakat pedesaan. Seseorang yang memiliki tingkat pendidikan
tinggi cenderung lebih dihormati karena dianggap berada strata sosial yang
tinggi. Kualitas seseorang dilihat dari bagaimana dia dapat menempatkan dirinya
dalam berbagai situasi. Pendidikan moral dalam keluarga perlu ditanamkan pada
sejak dini pada setiap individu. Walau bagaimana pun, selain tingkat
pendidikan, moral individu juga menjadi tolak ukur berhasil tidaknya suatu
pembangunan. Sumber daya manusia berkualitas dapat dilihat dari keluarganya.
Bukan hanya keluarga mampu dari segi materi, yang dapat meningkatkan kualitas
individunya melalui tambahan-tambahan materi pembelajaran di luar bangku
sekolah. Akan tetapi, keluarga sederhana di desa pun dapat menjamin kualitas
sumber daya manusianya. Kualitas sumber daya dan keluhuran budi pekerti
merupakan hasil tempaan orang tua.
Pendapat:
Sudah kita ketahui bersama, bahwa keluarga sangat
berpengaruh terhadap pembentukan karakter seseorang. Dimana, kita sebagai
anggota masyarakat bisa saling berinteraksi dan bisa saling bersosialisasi. Sifat,
perilaku, sopan santun, dan sebagainya bisa ditemukan dan dibentuk sejak dini
jika peran keluarga sangat memperdulikan perkembangan individu tersebut. Di sisi
lain, pendidikan juga sangat berpengaruh, karena pendidikan disini selain memberikan
pengetahuan yang sangat luas, tetapi juga memberikan tata krama yang bisa
dijadikan modal dalam pembentukan karakter sebagai anggota masayarakat. Menjadi
seseorang yang berkulalitas pasti dilihat dari karakter sifat dan pengetahuan yg
tinggi dimiliki oleh masyarakat. Jadi, memang peran keluarga dan pendidikan
sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter diri untuk menjadi individu yang
berkualitas dalam anggota masyarakat.
NAMA :
MUNIFATUL IMTINAN
KELAS : IKB05
NPM :
26113209
Tidak ada komentar:
Posting Komentar