Sabtu, 19 Oktober 2013

Rangkuman Ilmu Sosial Dasar Bab 1, 2, dan 3



BAB 1
ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH DASAR UMUM

Ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakata Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian yang berasar dari berbagai bidang pengeahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial. ilmu sosial dasar tidak menggabungkan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing ilmu memiliki objek dan metode ilmiah tersendiri yang tidak mungkin dipadukan. Lalu, ia tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu.
Akan tetapi, Ilmu Sosila dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran di Perguruan Tinggi. Jadi, mata kulah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar  pemikiran dan persepsi terhadap lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan sehingga mahasiswa lebih kritis dan peka terhadapnya.  
Tujuan pembinaan ilmu sosial dasar bagi mahasiswa, yaitu :
1.   Memahami dan menyadari adanya kenyatan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat
2.   Peka, tanggap,  dan ikut serta menanggulangi  terhadap masalah-masalah sosial yang ada di lingkungan masyarakat
3.   Menyadari terhadap masalah sosial yang timbul selalu bersifat kompleks dan mempelajarinya secara kritis-interdisipliner
4.   Memahami pikiran para ahli dan dapat berkomunikasi dengan merka terhadap penanggulangan masalah sosial di masyarakat
Ilmu sosial dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki persaman dan perbedaan.
Persamaan antar keduanya, yaitu
a.   Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan pendidikan
b.   Kedianya bukan disiplin yang berdiri sendiri
c.   Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari masalah dan kenyataan sosial
Perbedaan antar keduanya, yaitu :
a.     Ilmu sosial dasar diberikan di perguruan tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan
b.     Ilmu sosial dasar merupakan mata kuliah tunggl, sedangkan ilmu pengetahuan sosial merupakan kelopmpok mata pelajaran (sekolah lanjutan)
c.      Ilmu sosial dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian sedangkan ilmpengetahuan sosial diarahkan untuk keterampilan intelektual.  
Menelaah masalah-masalah sosial, hendaknya mengidentifikasi kenyataan-kenyatan sosial dan memahami konsep sosial tertentu. Sehingga Ilmu Sosial Dasar dibedakan atas 3 golongan, yaitu :
1.     Kenyatan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama terhadap masalah sosial tertentu
2.     Kenyatan-kenyatan yang dibatasi pada konsep dasar/elemnter saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial
3.     Kenyatan-kenyataan sosial yang terlibat antara dengan lainnya yang saling berkaitan
Konsorsium Antar Bidang telah ditetepkan yang terdiri dari 8 pokok bahasan, maka diharapkan dalam ruang lingkup perkuliahan mempelajari dan memahami adanya :
1.     Masalah kependudkan dalam hubngan masyarakat dan kebudayaan
2.     Masalah individu, kelarga, dan masyrakat
3.     Masalah pemuda dan sosialisasi
4.     Masalah hubungan antar warga negara  
5.     Masalah pelapisan dan kesaam derajat sosial
6.     Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan
7.     Masalah pertentangan sosial dan integrasi
8.     Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat

BAB 2
PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor dalam masalah sosial ekonomi dan masalah penduduk khususnya, karena disamping berpengaruh terhadap jumlah penduduk tetapi juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi di suatu daerah bahkan dunia.  Disampign itu, apabila pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi dengan fasilitas yang lebih maka akan menimbulkan banyak masalah di masyarakat tersebut.
Faktor-faktor demografi yang mempengaruhi pertambahan penduduk, yaitu:
1.     Kematian (mortalitas)
Ada 2 tingkat jenis kematian, yakni:
a.     Tingkat kematian kasar (Crude Death Rate/CDR) yaitu banyaknya orang yang meninggal pada satu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut
b.     Tingkat kematian khusus (Age Spesific Death Rate) adalah tingkat kematian yang dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, pekerjaan.
2.     Kelahiran (fertilisasi)
Penyebab adanya alasan pengukuran fertilisasi adalah :
1.     Sulit memperoleh statistik lahir hidup
2.     Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak
3.     Makin tua umur wanita tidaklah berarti
4.     Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan
Ada dua istilah asing yang keduanya diterjemahkan sebagai kesuburuan.
a.     Facundity (kesuburan adalah lebih diaertikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak
b.     Fertility (fertilitas) adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita. Yang dimaksud dengan lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan

Fertilisasi dibagi menjadi 2, yaitu :
a.     General Fertility Rate (GFR) Angka kelahiran umum adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 wanita usia produktif (antara 15-49 tahun)
b.     Age Spesific Rate (ASFR) Tingkat Kelahiran Khusus adalah menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok berusia 155-49 tahun  
3.   Migrasi
Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai migrasi. Dinamika penduduk juga mempengaruhi gerakan penduduk yaitu mobilitas. Mobilitas adalah perpindahan yang mencakup teritorial secara permanen dan sementara. Bagi merka yang pernah pindah tempat tinggal kurang dari batas waktu disebutmobilita sirkuler.
Langkah-langkah seseorang mograsi untuk pindah ke daerah lain terlebih dahulu mengetahui faktor-faktor sebagai berikut :
·       Persediaan sumber alam
·       Lingkungan sosial budaya
·       Potensi ekonomi
·       Alat masa depan  
Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah dapat dilihat dari bentuk piramida penduduk. Karena bentuk piramida penduduk akan menunjukan perbandingan jumlah penduduk anak-anak, dewasa, dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan.
Ada 3 jenis struktur piramida penduduk, yaitu :
1.     Piramida penduduk muda
Menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian.
2.     Piramida stasioner
Menggambarkan keadaan penduduk tetap(statis). Jumlah angka kematian rendah dan angka kelahiran tidak begitu tinggi.
3.     Piramida penduduk tua
Menggambarkan penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. 

Rasio ketergantuangan (depency of ratio)
Rasio ketergantungan adalah angka yang menunjukan perbaningan jumlah penduduk golongan umur yang belum produktif dan sudah yang tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja. Biasanya dinyatakan dengan persen (%). Batas golongan umur produktif kerja masing-masing daerah/negara berbeda-beda. Biasanya antara usia 15 tahun sampai dengan 65 tahun.

Pertumbuhan dan Perkembangan kebudayaan di Indonesia
Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesia, mulai dari zaman batu sampai zaman logam sungguh berliku-liku. Berdasarkan pendapat para ahli prehistoric ternyata zaman batu terbagi menjadi 2 yaitu Zaman batu tua (Paleolithikum) dan Zaman batu muda (Neolithikum).
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam. Berdasarkan penelitian para ahli, bangsa Proto Austonesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapan batu besar maupun kecil  bersegi-segi itu berasal dari Cina Selatan, menyebar kea rah Selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semananjung malaka. Lebih lanjut menyebar ke Sumatra, Jawa, KalBar, Nusa Tenggara, Flores, Sulawesi dan Pilipina. Kapan baru serupa itu diasah sampah mengkilat dan diikat kepada tangkai kayu dengan rotan.
Zaman batu muda membawa revolusi dalam kehidupan manusia, mereka mulai hidup menetap, membuat rumah, membentuk desa, bertani dan beternak untuk keperluan mereka. Alat-alatnya pun mengalami kemajuan mulai dengan kepandaian mencairkan logam dari biji besi dan mampu membuat senjata untuk berburu dan berperang.
Berlanjut ke zaman berikutnya zaman kebudayaan Hindu, Budha dan Islam. Pada abad ke 3 dan ke 4 agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya pulau Jawa. Sekitar abad ke 5, ajaran Budha masuk ke Indonesia dan khususnya pulau Jawa. Kedua agama ini tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai mereka melahirkan karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan, seni pahat, seni ukir, dll. Lalu pada aband ke 15 dan 16 agama Islam masuk ke Indonesia dan dikembangkan oleh para pemuka Islam yang disebut Wali Sanga dan titik sentra penyebaran agam Islam berada di pulau Jawa. Agama islam berkembang pesar di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk Indonesia.

Kebudayaan dan Kepribadian
            Setiap masyarakat mempunyai sistem kaidah dan sistem nilai sebagai konkretisasi yang memiliki harapan-harapan masyarakata tentang perilaku yang pantas. Dan sebaliknya, segala yang berbeda dianggap aneh, kurang asusila, bertentangan dengan kodrat, dsb. Sifat-sifat kepribadian yang berasal dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatu kelompok juga mecerminkan sikap hidup sehari-hari. Sudah kita ketahui bersama bahwa, Indonesia memiliki beragam bahasa, adat istiadat, karya budaya, dalam hal ini corak-corak kebudayaan di berbagai suku di Indonesia telah memberikan kepribadian bagi bangsa Indonesia. Kepribadian bangsa Indonesia yang ramah tamah, suka menolong, dll adalah ciri khas dari sekian banyak kepribadian suku-suku bangsa yang berada di Indonesia.

BAB 3
INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

PENGERTIAN INDIVIDU
‘Individu’ berasal dari kata latin ‘individuum’ artinya yang tidak terbagi. Jadi merupakan sebuan yang dapat dipaki untuk menyatakan suatu kesatuan yang terbatas. Dalam ilmu sosial kehidupan manusia menyangkut dalam tabiatnya dengan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu bukan berarti manusai sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan kesatuan yang terabatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Dengan demikian sering disebut dengan ‘orang-seorang’ atau ‘manusia perseorangan. Individu sangat berpengaruh terhadap lingkungan sosial dan masyarakatnya. Manusia pasti memiliki watak dan sifat berbeda-beda meskipun ia kembar identik. Namun, individu memiiki kepribadian yang berbeda-beda yang dapat menjadikannya sebagai ciri khas dari individu itu sendiri.
Dapat disimpulkan bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas, melainkan memiliki kepribadian serta pola tingkah laku spesifik yang berbeda-beda dari dirinya. Stiap individu pasti memilki beban/masalah di kehidupannya. Konflik itulah yang mungin terjadi karena pola tingkah laku spesifik yang bertentangan dengan peranan yang dituntut oleh masyarakat sekitarnya.

PENGERTIAN PERTUMBUHAN
Pertumbuhan adalah perubahan yang terjadi pada waktu-waktu tertentu yang dapat dihitung/diukur di suatu populasi tersebut. Ada 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan, yaitu :
1.     Pendirian navistik yaitu faktor yang dibawa sejak lahir yang emnunjukkan berbagai kemiripan antara orang tua dengan anaknya.
2.     Pendirian empiristik dan environmentalitik yaitu faktor yang dipengaruhi oleh pertumbuhan individu yang hanya tergantung pada lingkungan yang tidak berperan sama sekali. Pendirian ini berlawanan dengan pendirian navistik, karena pendirian ini menolak dasar dan menekankan pada lingkungan terhadap konsekuensi yang dapat dibicarakan dalam lingkungannya.
3.     Pendirian konvergensi dan interaksionisme yaitu faktor yang dipengaruhi oleh pandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan indvidu.
TAHAP PERTUMBUHAN INDIVIDU BERDASARKAN PSIKOLOGI Pertumbuhan individu sejak lahir sampai dewasa melalui beberapa fase, yaitu :
a.     Masa vital, yaitu berusia 0-2 tahun
b.     Masa estetik, yaitu berusia 2-7 tahun
c.      Masa intelektual, yaitu berusia 7-14 tahun
d.     Masa sosial, yaitu 14-21 tahun  

FUNGSI-FUNGSI KELUARGA  
Keluarga merupakan unit masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelomok kecil dalam masyarakat. Tidaklah dapat dipungkiri, bahwa keluarga memiliki fungsi tanpa batas terhadap pembentukan sesorang. Fungsi keluarga merupakakn suatu pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukakan di dalam atau oleh keluarga. Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilasanakan oleh keluarga kedalam beberapa fungsi, yaitu :
a.     Fungsi Biologis, yaitu tugas keluarga yang utama dalam persiapan-persiapan dalam meneruskan keturunan sebagai penerus keluarga.
b.     Fungsi Pemeliharaan, yaitu tugas untuk melindungi anggota keluarga terhadap keamanan dan kenyaman, sehingga terwujud masyarakat yang terhindar dari gangguan apapun.
c.      Fungsi Ekonomi, yaitu tugas yang dimiliki oleh keluarga terhadap kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
d.     Fungsi Keagamaan, yaitu tugas keluarga dalam mewajibkan untuk memperkenalkan, mengajak anggota masyarakat untuk mendalami ajaran-ajaran agama yang dapat memepengaruhi perilaku yang lebih baik kedepannya dan menjadikannya sebuah pedoman.
e.      Fungsi Sosial, yaitu tugas kelurga untuk mepersiapkan anggota keluarganya dalam bekal-bekal dan memperkenalkan nilai-nilai serta mempelajari peranan yang dapat digunakan bila sudah dewasa kelak, denan demikian akan terjadi sosialisasi

PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Tatanan kehidupan dan norma-norma yang mereka miliki itulah yang menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka Masyarakat dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :
a.      Masyarakat Sederhana
Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja dalam bentuk lain tidak terungkap dengan jelas, disisi lain perekonomian masyarakat sederhana belum terjadi kerataan terhadap wanita dengan laki-laki.
 b.      Masyarakat Maju
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok social atau lebih akrab dengan sebutan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan yang akan dicapai.

Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat
Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat. Aspek individu, keluarga, masyarakat  adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya mempunyai keterkaitan dan pengaruh yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementara disisi lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya.

Urbanisasi dan Urbanisme
Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi mempunyai akibat-akibat negatif, hal ini terutama disebabkan karena pada umumnya produksi pertanian sangat rendah apabila dibandingkan dengan jumlah individu yang dipergunakan dalam produksi tersebut dan boleh dikatakan bahwa faktor pertumbuhan penduduk merupakan gejala yang umum di negara agraris yang secara ekonomis masih rendah.
Proses urbanisasi bisa terjadi lambat atau cepat tergantung pada keadaan masyarakat. Secara umum penyebab perpindahan penduduk tersebut dikarenakan :
1.     Daerah tersebut menjadi pusat ibukota yang memiliki banyak peluang untuk menjadi individu yang berguna (nengadu nasib)
2.     Daerah tersebut letaknya strategis untuk usaha-usaha perdagangan
3.     Timbulnya daerah industri yang memproduksikan barang-barang maupun jasa.







Percampuran Budaya di Masyarakat



A.  PERCAMPURAN BUDAYA DI MASYARAKAT
Kebudayaan atau biasa juga kita kenal dengan nama cultuur dalam bahasa belanda dan culture dalam bahsa inggris dan tsaqafah dalam bahasa arab dan culere dalam bahasa latin yang artinya mengolah,mengarjakan,menyuburkan dan megembangkan. Dari segi arti ini timbullah istilah atau makna dari arti culture sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengatur alam.
Di tinjau dari sudut bahasa Indonesia, budaya timbul dari bahasa sansekerta ”budhayah” yakni bentuk jamak dari “budhi” yang berarti budi atau akal, dari sudut pandang ini bisa kita ambil sebuah definisi bahwa kebudayaan adalah hasil budi daya dan akal manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. Kebudayaan pada umumnya dikatakan sebagai proses atau hasil karya cipta dan rasa bahkan karsa manusia dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang barasal dari alam sekitarnya. Alam disamping memberikan fasilitas yang indah juga menghadirkan tantangan yang harus di hadapi, manusia memeliliki wawasan dan tujuan hidup tentu sesuai dengan kesadaran cita-citanya untuk memajukan umat manusia.
Percamuran kebudayaan bisa disebut dengan akulturasi. Akultrurasi adalah proses percampuran dua kebudayaan atau lebih,di lihat proses jalanya sejarah dan perkembangan zaman masa kini. Istilah Akulturasi lebih di gunakan dalam istilah berpaduan antara kebudayaan yang satu dengan lainya, dengan tujuan menemukan nilai yang terkandung dalam budaya tersebut, dengan perpaduan budaya ini masyarakat bisa menerima dan di jadikan sebuah pandangan hidup dari sisi bermasyarakat untuk menciptakan sebuah interaksi. Menurut Koentjaraningrat akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kebudayaan lokal itu sendiri.
Di dalam proses akulturasi terjadi proses seleksi terhadap unsur-unsur budaya asing oleh penduduk setempat. Proses akulturasi kebudayaan terjadi apabila suatu masyarakat atau kebudayaan dihadapkan pada unsur-unsur budaya asing. Proses akulturasi kebudayaan bisa tersebar melalui penjajahan dan media massa. Proses akulturasi antara budaya asing dengan budaya Indonesia terjadi sejak zaman penjajahan. Dalam pesoalan akulturasi (perpaduan) agama dan budaya di tanah air ini tidak akan lepas dari kajian sejarah (historis) tanah ini dan lebih spesifik lagi di tanah jawa, akan tetapi tidak kalah menariknya lagi dengan islam dan kebudayaan yang ada di bumi nusantara Indonesia.
Proses akulturasi berlangsung dalam jangka waktu yang relative lama. Hal itu disebabkan adanya unsur-unsur budaya asing yang diserap secara selektif dan ada unsur-unsur budaya yang ditolak sehingga proses perubahan kebudayaan melalui akulturasi masih mengandung unsur-unsur budaya lokal yang asli.
Bentuk kontak kebudayaan yang menimbulkan proses akulturasi, antara lain sebagai berikut.
  1. Kontak kebudayaan dapat terjadi pada seluruh, sebagian, atau antarindividu dalam masyarakat.
  2. Kontak kebudayaan dapat terjadi antara masyarakat yang memiliki jumlah yang sama atau berbeda.
  3. Kontak kebudayaan dapat terjadi antara kebudayaan maju dan tradisional.
  4. Kontak kebudayaan dapat terjadi antara masyarakat yang menguasai dan masyarakat yang dikuasai, baik secara politik maupun ekonomi.
Berkaitan dengan proses terjadinya akulturasi, terdapat beberapa unsur-unsur yang terjadi dalam proses akulturasi, antara lain sebagai berikut.
a. Substitusi
Substitusi adalah pengantian unsur kebudayaan yang lama diganti dengan unsur kebudayaan baru yang lebih bermanfaat untuk kehidupan masyarakat.
b. Sinkretisme
Sinkretisme adalah percampuran unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga membentuk sistem budaya baru.
c. Adisi
Adisi adalah perpaduan unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
d. Dekulturasi
Dekulturasi adalah proses hilangnya unsur-unsur kebudayaan yang lama digantikan dengan unsur kebudayaan baru.
e. Originasi
Originasi adalah masuknya unsur budaya yang sama sekali baru dan tidak dikenal sehingga menimbulkan perubahan sosial budaya dalam masyarakat. Misalnya, masuknya teknologi listrik ke pedesaan.
f. Rejeksi
Rejeksi adalah proses penolakan yang muncul sebagai akibat proses perubahan sosial yang sangat cepat sehingga menimbulkan dampak negatif bagi sebagian anggota masyarakat yang tidak siap menerima perubahan.

              Akulturasi kebudayaan berkaitan dengan integrasi sosial dalam masyarakat. Keanekaragaman budaya dan akulturasi mampu mempertahankan integrasi sosial apabila setiap warga masyarakat memahami dan menghargai adanya keanekaragaman berbagai budaya dalam masyarakat. Sikap tersebut mampu meredam konflik sosial yang timbul karena adanya perbedaan persepsi mengenai perilaku warga masyarakat yang menganut nilai-nilai budaya yang berbeda.
                                                                                                      
B.    PENGARUH EFEK POSITIF PERCAMPURAN KEBUDAYAAN

1.     sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
2.   Mempererat hubungan antar negara yang bisa menimbulkan keuntungan terhadap hubungan negara terserbut
3.      Adanya kemudahan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kebudayaan negeri kita sendiri ke luar negeri
4.       Terjadinya akulturasi budaya yg mungkin bisa menciptakan kebudayaan baru yg unik.

C.    PENGARUH EFEK NEGATIF PERAMPURAN KEBUDAYAAN

1.       Dapat menghilangkan kebudayaan asli Indonesia,
2.  Serta dapat terjadi proses perubahan sosial didaerah yang dapat mengakibatkan permusuhan antar suku sehingga rasa persatuan dan kesatuan bangsa menjadi goyah.
3.    Masuknya budaya asing yg lebih mudah diserap dan ditiru oleh masyarakat baik tua maupun muda. Meniru perilaku yg buruk
4.    Mudah terpengaruh oleh hal yg berbau barat. Generasi muda lupa akan identitasnya sebagai bangsa Indonesia karena perilakunya banyak meniru budaya barat.
5.     Menumbuhkan sifat dan sikap individualisme, tidak adanya rasa kepedulian terhadap orang lain. Padahal bangsa indonesia dulu terkenal dgn gotong royong

ARGUMEN/PENDAPAT:
Sudah kita ketahui bersama bahwa di Indonesia banyak sekali budaya-budaya yang memiliki makna tersendiri untuk masyarakatnya. Kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia inilah yang harusnya kita jaga, lestarikan, dimanfaatkan dengan benar agar tidak terjadi perpecahan antar budaya. Sebenarnya, percampuran budaya memiliki sisi positif jika kita bisa tetap untuk kritis dan menghargai terhadap budaya asing. Kirits disini dalam arti, bisa untuk tetap mempertahankan budaya kita, tetapi kita juga bisa memahami budaya asing tersebut untuk kemajuan diri/bangsa kita (bertoleransi). Tidak semuanya budaya asing itu memiliki sisi yang negatif. Maka dari itulah, kita sebagai generasi muda bisa berpikir dengan pola kritis terhadap budaya-budaya asing yang tidak hanya memberikan kemajuan untuk bangsa, tetapi juga bisa menghancurkan budaya asli kita, budaya Indonesia.

NAMA     : MUNIFATUL IMTINAN
NPM          : 26113209
KELAS      : 1KB05