KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur Penulis Panjatkan
ke Hadirat Allah SWT karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah
ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang “KALIMAT
EFEKTIF” .
Tujuan dari penyusunan makalah ini juga untuk
menambah wawasan tentang pengetahuan tentang Bahasa secara meluas. Sehingga
besar harapan kami, makalah yang kami sajikan dapat menjadi kontribusi positif
bagi pengembang wawasan pembaca.
Penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun
materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat
bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan,
khususnya bagi Penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada seluruh
pembaca.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan pembahasan D. Manfaat pembahasan
A. Latar belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan pembahasan D. Manfaat pembahasan
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian kalimat efektif
B. Ciri-ciri kalimat efektif
C. Syarat kalimat efektif
D. Struktur kalimat efektif
A. Pengertian kalimat efektif
B. Ciri-ciri kalimat efektif
C. Syarat kalimat efektif
D. Struktur kalimat efektif
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan
Daftar
Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Bahasa adalah alat untuk
berkomunikasi yang digunakan manusia dengan sesama anggota masyarakat lain
pemakai bahasa itu. Bahasa itu berisi pikiran, keinginan, atau perasaan yang
ada pada diri pembicara atau penulis. Bahasa yang digunakan itu hendaklah dapat
mendukung maksud secara jelas agar apa yang dipikirkan, diinginkan, atau
dirasakan itu dapat diterima oleh pendengar atau pembaca. Kalimat yang dapat
mencapai sasarannya secara baik disebut dengan kalimat efektif.
Kalimat efektif adalah
kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat
dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Gagasan yang disampaikan
sudah tepat, pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah,
jelas, dan lengkap. Kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya
secara tepat, unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit.
Artinya, unsur-unsur kalimat seharusnya ada yang tidak boleh dihilangkan.
Sebaliknya, unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan.
B.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah
1. Apa yang dimaksud
dengan kalimat efektif?
2. Apa ciri-ciri
kalimat efektif?
3. Apa syarat yang
mendasari kalimat efektif?
4. Bagaimana struktur
kalimat efektif?
C. Tujuan
Pembahasan
1. Agar tidak terjadi
kesalahan dalam penggunakan bahasa Indonesia sehingga menjadi baik dan benar
2. Mengetahui apa dan
bagaimana penggunaan kalimat efektif dalam berbahasa
3. Menjaga kemurnian
bahasa Indonesia
D. Manfaat
Pembahasan
1. Memahami pengertian
kalimat efektif
2. Dapat berfikir ilmiah dan kreatif bagi penulis dan
pembaca
3. Menjaga budaya Bahasa
Indonesia yang baik dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Kalimat Efektif
Kalimat adalah satuan
bahasa terkecil, dalam
wujud lisan atau tulis yang memiliki subjek dan predikat. Bagi seorang pendengar atau pembaca, kalimat adalah
kesatuan kata yang mengandung makna atau pikiran. Sedangkan bagi penutur atau penulis, kalimat adalah satu
kesatuan pikiran atau makna yang diungkapkan dalam kesatuan kata.
Efektif mengandung pengertian tepat
guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada
sasaran yang tepat. Pengertian efektif dalam kalimat adalah ketetapan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula.
sasaran yang tepat. Pengertian efektif dalam kalimat adalah ketetapan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula.
Kalimat
efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penutur/penulisnya
secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula.
Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang memiliki kemampuan menimbulkan
gagasan atau pikiran pada pendengar atau pembaca. Dengan kata lain, kalimat
efektif adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara
secara tepat sehingga pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan
mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau
pembicaranya. Kalimat
yang efektif mempersoalkan bagaimana ia dapat mewakili secara tepat isi
pikiran atau perasaan pengarang/pembicara, bagaimana ia dapat mewakilinya
secara segar, dan sanggup menarik perhatian pembaca dan pendengar terhadap apa
yang dibicarakan (Keraf, 2004:40).
B.
Ciri-ciri Kalimat Efektif
1.
Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur
gramatikal yaitu unsur subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K). Di
dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur
bahasa.
Contoh:
Budi
(S) pergi (P) ke kampus (KT). (Tidak
Menjamakkan Subjek)
2.
Kecermatan Dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata
Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi
kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda).
Contoh:
Mahasiswa
yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif).
3.
Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat dalam
mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi
tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Hal ini dikarenakan, penggunaan kata yang
berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang
perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu:
a. Menghilangkan pengulangan subjek.
b. Menghindarkan pemakaian superordinat pada
hiponimi kata.
c. Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.
d. Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.
Contoh:
Karena tidak diajak, dia
tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif)
4.
Kelogisan
Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan
mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan
unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh:
Untuk menghemat waktu,
kami teruskan acara ini. (efektif)
5.
Kesatuan atau Kepaduan
Kesatuan atau kepaduan di sini maksudnya adalah
kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya
tidak terpecah-pecah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk
menciptakan kepaduan kalimat, yaitu:
a. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak
mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris.
b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen
+ verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
c. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah
kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek
penderita.
Contoh:
Makalah ini membahas
teknologi fiber optik. (efektif)
6.
Keparalelan atau Kesajajaran
Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk
kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Jika pertama menggunakan verba,
bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata
kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja
berimbuhan me- juga.
Contoh:
Kakak
menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. (efektif)
7.
Ketegasan
Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan
penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat. Untuk membentuk penekanan dalam
suatu kalimat, ada beberapa cara, yaitu:
a. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan
kalimat (di awal kalimat).
b.
Membuat urutan kata yang bertahap.
c. Melakukan pengulangan kata (repetisi).
d. Melakukan pertentangan terhadap ide yang
ditonjolkan.
e.
Mempergunakan partikel penekanan (penegasan), seperti: partikel –lah, -pun, dan
–kah.
C. Syarat-syarat Kalimat Efektif
Syarat-syarat
kalimat efektif adalah sebagai berikut:
1. Secara tepat mewakili pikiran
pembicara atau penulisnya.
2. Mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya
antara pikiran pendengar atau pembaca dengan
yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
D.
Struktur dalam Kalimat Efektif
Setiap unsur yang terdapat
di dalamnya (yang pada umumnya terdiri dari kata) harus menempati posisi yang
jelas dengan hubungan satu sama lain. Kata-kata itu harus diurutkan berdasarkan
aturan-aturan yang sudah dibiasakan.Tidak boleh menyimpang apalagi bertentangan.
Setiap penyimpangan biasanya akan menimbulkan kelainan yang tidak dapat
diterima oleh masyarakat pengguna bahasa itu.
Walaupun kata yang
digunakan dalam kalimat itu sama,namun terdapat kesalahan. Kesalahan itu
terjadi karena kata-kata tersebut (sebagai unsur kalimat)tidak jelas fugsinya.
Hubungan kata yang satu dengan yang lain tidak jelas. Kata-kata itu juga tidak
diurutkan berdasarkan apa yang sudah ditentukan oleh pemakai bahasa. Demikianlah
biasanya yang terjadi akibat penyimpangan terhadap kebiasaan struktural
pemakaian bahasa pada umumnya.Akibat selanjutnya adalah kekacauan
pengertian.Agar hal ini tidak terjadi,maka si pemakai bahasa selalu berusaha
mentaati hukum yang sudah dibiasakan.
BAB
III
PENUTUP
KESIMPULAN
Kalimat efektif adalah
kalimat yang benar-benar dapat menjalankan fungsinya sebagai sarana komunikasi
yang baik. Kesalahan yang banyak ditemukan dapat dikelompokkan sebagai berikut,
ketidaklengkapan unsur kalimat, kalimat dipengaruhi bahasa Inggris, kalimat
ambigu (mengandung makna ganda), kalimat bermakna tidak logis, kalimat
mengandung gejala pleonasme (pemborosan kata), dan kalimat dengan struktur
rancu (tidak lengkap dan tidak paralel). Sebuah kalimat dapat dikatakan
efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun
pemberitahuan sesuai dengan maksud pembicara atau penulis. Disisi lain ada
beberapa persyaratan yang perlu di perhatikan dalam membuat
kalimat efektif yaitu :
a. Kesepadanan dan kesatuan.
b. Kesejajaran bentuk-bentuk bahasa yang di pakai.
c. Penekanan untuk mengemukakan ide pokok.
d. Kehematan dalam menggunakan kata.
e. Kevariasian dalam struktur kalimat.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar