Jumat, 27 September 2013

keterpaksaan...



Keterpaksaan. Bukanlah hal yang semua orang bisa lakukan. Walaupun keterpaksaan untuk kebaikan. Tetap saja sulit untuk dilakukan oleh manusia.
Keterpaksaan sudah tentu merupakan perbuatan yang tidak baik. Namun, mencintai seseorang dengan keterpaksaan apakah hal yang sulit untuk dilakukan?
SANGAT SULIT.
Tega memang. Perasaan yang memaksaan kehendak itu. Namun, apakah yang akan terjadi kelak? Tidak ada seorang pun yang mengetahui kehendak yang telah direncenakan oleh-Nya.
Walaupun sulit, kita sebagai manusia hanya bisa menjalani skenario Tuhan yang sudah dirancang.
Memang hanya ‘maaf’ yang bisa dikatakan jika semua telah terjadi dan menimbulkan sesal. Semuanya sudah terjdi, seperti air sungai yang terus mengalir.
Hanya bisa termenung, saat semua yang telah kita lakukan itu merupakan hal yang salah dan bencana bagi orang lain.
Kegalauan hati pun muncul seketika penyesalan itupun hadir.
Penyesalan yang selalu terjadi belakangan. Terakhir.
Mungkin sekarang belum dirasakan. Namun kelak kita akan berada diposisi penyesalan yang sangat suram. Itu sudah menjadi takdir alam yang tidak dapaf dipungkiri.
Takpernah kita sadari, suatu pelajaran pun dapat kita ambil dari sebuah kejadian yang kita alami. Hikmah.
Dan percayalah, disebuah penyesalan dan masalah seberat apapun pasti ada jalan keluarnya dan dapat membuat kita lebih baik.
Dan berterimakasihlah terhadap tokoh yang terkait dalam peristiwa tersebut. Karena hikmah adalah pelajaran yang baik dan alami terhadap semua yang sudah terjadi untuk sekatang, nanti, dan di masa yang akan mendatang.
Maafkanlah. -Cc: noname-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar