Keterpaksaan. Bukanlah hal yang semua orang bisa lakukan.
Walaupun keterpaksaan untuk kebaikan. Tetap saja sulit untuk dilakukan oleh
manusia.
Keterpaksaan sudah tentu merupakan perbuatan yang tidak baik.
Namun, mencintai seseorang dengan keterpaksaan apakah hal yang sulit untuk
dilakukan?
SANGAT SULIT.
Tega memang. Perasaan yang memaksaan kehendak itu. Namun,
apakah yang akan terjadi kelak? Tidak ada seorang pun yang mengetahui kehendak
yang telah direncenakan oleh-Nya.
Walaupun sulit, kita sebagai manusia hanya bisa menjalani
skenario Tuhan yang sudah dirancang.
Memang hanya ‘maaf’ yang bisa dikatakan jika semua telah
terjadi dan menimbulkan sesal. Semuanya sudah terjdi, seperti air sungai yang
terus mengalir.
Hanya bisa termenung, saat semua yang telah kita lakukan itu
merupakan hal yang salah dan bencana bagi orang lain.
Kegalauan hati pun muncul seketika penyesalan itupun hadir.
Penyesalan yang selalu terjadi belakangan. Terakhir.
Mungkin sekarang belum dirasakan. Namun kelak kita akan
berada diposisi penyesalan yang sangat suram. Itu sudah menjadi takdir alam
yang tidak dapaf dipungkiri.
Takpernah kita sadari, suatu pelajaran pun dapat kita ambil
dari sebuah kejadian yang kita alami. Hikmah.
Dan percayalah, disebuah penyesalan dan masalah seberat
apapun pasti ada jalan keluarnya dan dapat membuat kita lebih baik.
Dan berterimakasihlah terhadap tokoh yang terkait dalam
peristiwa tersebut. Karena hikmah adalah pelajaran yang baik dan alami terhadap
semua yang sudah terjadi untuk sekatang, nanti, dan di masa yang akan
mendatang.
Maafkanlah. -Cc: noname-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar