DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
B.
Tujuan
C.
Perumusan Masalah
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Ragam Bahasa Indonesia
B.
Macam-macam Ragam Bahasa
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR
PUSAKA
KATA PENGANTAR
Puji syukut kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kesehatan pada kita semua sehingga penyusun dapat
menyelesaikan peembuatan makalah ini dimana makalah ini membahas tentangragam
bahasa
Saya menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat saya harapkan untuk
menyempurnakan makalah ini.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak
yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Saya harapkan makalah ini
dapat bermanfaat dan mampu menambah
wawasan bagi semua orang.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Bahasa
Indonesia merupakan bahasa ibu dari bangsa Indonesia yang sudah dipakai oleh
masyarakat Indonesia sejak dahulu, sebelum Belanda menjajah Indonesia. Namun
tidak semua orang menggunakan tata cara atau aturan-aturan yang benar, salah
satunya pada penggunaan bahasa Indonesia itu sendiri yang tidak sesuai dengan
Ejaan maupun Kamus Besar Bahasa Indonesia, oleh karena itu pengetahuan tentang
ragam bahasa cukup penting untuk mempelajari bahasa Indonesia secara menyeluruh
yang akhirnya bisa diterapkan dan dapat digunakan dengan baik dan benar
sehingga identitas kita sebagai bangsa Indonesia tidak akan hilang.
Bahasa Indonesia perlu dipelajari
oleh semua lapisan masyarakat. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa saja, tetapi
semua warga Indonesia wajib mempelajari bahasa Indonesia. Dalam bahasan bahasa
Indonesia itu ada yang disebut ragam bahasa. Dimana ragam bahasa merupakan
variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda. Ada ragam bahasa lisan dan ada
ragam bahasa tulisan. Disini yang lebih lebih ditekankan adalah ragam bahasa
lisan, karena lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Walaupun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika
sedang menggunakan bahasa lisan, diantaranya penekanan atau tones, dalam bahasa tulisan biasanya di
tandai dengan tanda koma (,). Salah penempatan tones akan meberikan salah persepsi terhadap lawan bicara. Bukan
hanya itu, perbedaan latar belakang kebudayaan juga terkadang memberikan penangkapan
yang bebeda pula. Oleh karena itu, pengetahuan tentang ragam
bahasa dengan Ejaan dan Bahasa Indonesia yang tepat, cukup penting untuk mempelajarinya secara
menyeluruh dengan beberapa hal yang harus diperhatikan.
B.
Tujuan
Pembuatan
makalah ini bertujuan untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan ragam bahasa
serta macam-macam ragam dalam bahasa yang ditinjau dari media atau sarana yang
digunakan untuk menghasilkan bahasa.
C.
Perumusan Masalah
Adapun perumusan masalah
yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
1.
Pengertian ragam bahasa.
2.
Macam-macam ragam bahasa.
3.
Ragam Bahasa Indonesia
berdasarkan media.
4.
Ragam Bahasa Indonesia
berdasarkan cara pandang penutur.
5.
Ragam Bahasa Indonesia
berdasarkan topik pembicaraan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN RAGAM BAHASA INDONESIA
Ragam Bahasa adalah variasi
bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan,
menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut
medium pembicara. Dalam situasi kebahasaan, timbul berbagai ragam atau variasi
bahasa sesuai dengan keperluannya, baik secara lisan maupun tulisan. Berikut
definisi ragam bahasa dari beberapa ahli :
1. Menurut Bachman (1990)
Ragam
bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut
topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang
dibicarakan, serta menurut medium pembicara.
2. Menurut
Dendy Sugono (1999)
Sehubungan
dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan
bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor,
atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi
tak resmi, seperti di rumah, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa
baku.”
3.
Menurut
Fishman ed (1968)
Suatu ragam
bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk
kosakata ragam bahasa baku agar dapat menjadi anutan bagi masyarakat pengguna
bahasa Indonesia. Dalam pada itu perlu yang perlu diperhatikan ialah kaidah
tentang norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan
(situasi pembicaraan), pelaku bicara, dan topik pembicaraan.
Ditinjau dari media atau sarana yang
digunakan untuk menghasilkan bahasa, ragam bahasa terdiri dari:
(1) Ragam
bahasa lisan
(2) Ragam
bahasa tulis
Bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar
dinamakan ragam bahasa lisan, sedangkan bahasa yang dihasilkan dengan
memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya, dinamakan ragam
bahasa tulis.
Meskipun ada kesamaan aspek tata bahasa dan kosa kata,
masing-masing memiliki seperangkat kaidah yang berbeda satu dari
yang lain.
B. Berikut
ini macam-macam ragam Bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu berdasarkan media, cara pandang penutur, dan pencampuran (kata serapan).
1. Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan media
· Ragam Lisan
Ragam
bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar
terjadi pelesapan kalimat. Ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta
kelengkapan unsur-unsur pada struktur kalimat.
Pembicaraan
lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan
pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal. Oleh karena itu, bahasa yang
dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun
direalisasikan dalam bentuk tulis. Ragam bahasa serupa itu tidak dapat
dikatakan sebagai ragam tulis. Kedua ragam
itu masing-masing, ragam tulis dan ragam lisan memiliki ciri kebakuan yang
berbeda. Berikut ini ciri-ciri ragam lisan yaitu:
a. Memerlukan
orang kedua/teman bicara;
b. Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu;
c. Tidak harus memperhatikan unsur
gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
d. Berlangsung cepat;
e. Sering dapat berlangsung tanpa
alat bantu;
f. Kesalahan dapat langsung
dikoreksi;
g. Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.
Contoh ragam lisan adalah
‘Sudah saya baca buku itu.’
· Ragam Tulis
Dalam
penggunaan ragam bahasa baku tulis makna kalimat yang diungkapkannya tidak
ditunjang oleh situasi pemakaian, sedangkan ragam bahasa baku lisan makna
kalimat yang diungkapkannya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga
kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalimat. Oleh karena itu, dalam
penggunaan ragam bahasa baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan di dalam
pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk kata dan struktur
kalimat, serta kelengkapan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.
Berikut ini ciri-ciri ragam tulis yaitu:
1. Tidak
memerlukan orang kedua/teman bicara;
2. Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu;
3. Harus
memperhatikan unsur gramatikal;
4. Berlangsung lambat;
5. Selalu memakai alat bantu;
6. Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi;
7. Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya
terbantu dengan tanda baca.
Contoh ragam tulis adalah ’Saya sudah membaca buku
itu.’
2. Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan
cara pandang penutur
a. Ragam Bahasa Berdasarkan
Daerah (logat/diolek)
Luasnya pemakaian bahasa dapat
menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh
orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di
Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-beda.
b. Ragam
Bahasa berdasarkan Pendidikan Penutur
Bahasa Indonesia yang digunakan
oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak
berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing.
c. Ragam
bahasa berdasarkan sikap penutur
Ragam bahasa dipengaruhi juga
oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis
terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan
santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga
mempengaruhi sikap tersebut.
Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa Indonesia
terdiri dari ragam dialek, ragam terpelajar, ragam resmi dan ragam tak resmi.
- Contoh
ragam dialek adalah ‘Gue udah baca itu buku.’
- Contoh ragam terpelajar adalah ‘Saya sudah
membaca buku itu.’
- Contoh ragam resmi adalah ‘Saya sudah
membaca buku itu.’
- Contoh ragam tak resmi adalah ‘Saya sudah
baca buku itu.’
3. Ragam Bahasa Menurut Topik yang sedang Dibicarakan
Berdasarkan
topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa ilmiah, ragam hukum, ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial, ragam kedokteran dan ragam sastra.
§
Ragam bahas bisnis
Ragam bahasa bisnis
adalah ragam bahasa yang digunakan dalam berbisnis, yang biasa digunakan oleh
para pebisnis dalam menjalankan bisnisnya.
Ciri-ciri ragam
bahasa bisnis :
-
Menggunakan bahasa yang komunikatif.
-
Bahasanya cenderung resmi.
-
Terikat ruang dan waktu.
-
Membutuhkan adanya orang lain.
§
Ragam bahasa hukum
Ragam bahasa hukum
adalah bahasa Indonesia yang corak penggunaan bahasanya khas dalam dunia hukum.
Mengingat fungsinya mempunyai karakteristik tersendiri, oleh karena itu bahasa
hukum Indonesia haruslah memenuhi syarat-syarat dan kaidah-kaidah bahasa
Indonesia.
Ciri-ciri ragam
bahasa hukum :
-
Mempunyai gaya bahasa yang khusus.
-
Lugas dan eksak karena menghindari kesamaran dan ketaksaan.
-
Objektif dan menekan prasangka pribadi.
-
Memberikan definisi yang cermat tentang nama, sifat dan kategori yang diselidiki
untuk menghindari kesimpangsiuran.
§
Ragam Bahasa Fungsional
Ragam bahasa
fungsional adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga,
lingkungan kerja atau kegiatan tertentu lainnya.
§
Ragam Bahasa Sastra
Ragam bahasa sastra
adalah ragam bahasa yang banyak menggunakan kalimat tidak efektif. Penggambaran
yang sejelas-jelasnya melalui rangkaian kata bermakna konotasi sering dipakai
dalam ragam bahasa sastra.
Ciri-ciri ragam
bahasa sastra :
-
Menggunakan kalimat yang tidak efektif
-
Menggunakan kata-kata yang tidak baku
-
Adanya rangkaian kata yang bermakna konotasi
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut
pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan
pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium
pembicara. Dalam konteks ini ragam bahasa meliputi bahasa lisan dan bahasa baku
tulis.
Pada ragam bahasa baku tulis diharapkan para
penulis mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta
menggunakan Ejaan bahasa yang telah Disempurnakan (EYD), sedangkan untuk ragam
bahasa lisan diharapkan para warga negara Indonesia mampu mengucapkan dan
memakai bahasa Indonesia dengan baik serta bertutur kata sopan .
DAFTAR PUSTAKA
Modul Bahasa
Indonesia tentang Ragam Bahasa oleh Tri Wahyu