Selasa, 27 Oktober 2015

Ragam Bahasa Indonesia

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
BAB  I
          PENDAHULUAN
         A.    Latar Belakang
         B.     Tujuan
         C.     Perumusan Masalah
BAB  II
          PEMBAHASAN
          A.    Pengertian Ragam Bahasa Indonesia
          B.     Macam-macam Ragam Bahasa
BAB III
          PENUTUP
          Kesimpulan
DAFTAR PUSAKA
KATA PENGANTAR


            Puji syukut kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan  pada  kita semua sehingga penyusun dapat menyelesaikan peembuatan makalah ini dimana makalah ini membahas tentangragam bahasa

           Saya menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat saya harapkan untuk menyempurnakan makalah ini.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Saya harapkan makalah ini dapat  bermanfaat dan mampu menambah wawasan bagi semua orang.  

BAB I
PENDAHULUAN  


A.           Latar Belakang
    Bahasa Indonesia merupakan bahasa ibu dari bangsa Indonesia yang sudah dipakai oleh masyarakat Indonesia sejak dahulu, sebelum Belanda menjajah Indonesia. Namun tidak semua orang menggunakan tata cara atau aturan-aturan yang benar, salah satunya pada penggunaan bahasa Indonesia itu sendiri yang tidak sesuai dengan Ejaan maupun Kamus Besar Bahasa Indonesia, oleh karena itu pengetahuan tentang ragam bahasa cukup penting untuk mempelajari bahasa Indonesia secara menyeluruh yang akhirnya bisa diterapkan dan dapat digunakan dengan baik dan benar sehingga identitas kita sebagai bangsa Indonesia tidak akan hilang.
      Bahasa Indonesia perlu dipelajari oleh semua lapisan masyarakat. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa saja, tetapi semua warga Indonesia wajib mempelajari bahasa Indonesia. Dalam bahasan bahasa Indonesia itu ada yang disebut ragam bahasa. Dimana ragam bahasa merupakan variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda. Ada ragam bahasa lisan dan ada ragam bahasa tulisan. Disini yang lebih lebih ditekankan adalah ragam bahasa lisan, karena lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
      Walaupun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika sedang menggunakan bahasa lisan, diantaranya penekanan atau tones, dalam bahasa tulisan biasanya di tandai dengan tanda koma (,). Salah penempatan tones akan meberikan salah persepsi terhadap lawan bicara. Bukan hanya itu, perbedaan latar belakang kebudayaan juga terkadang memberikan penangkapan yang bebeda pula. Oleh karena itu, pengetahuan tentang ragam bahasa dengan Ejaan dan Bahasa Indonesia yang tepat,  cukup penting untuk mempelajarinya secara menyeluruh dengan beberapa hal yang harus diperhatikan.

B.            Tujuan  
        Pembuatan makalah ini bertujuan untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan ragam bahasa serta macam-macam ragam dalam bahasa yang ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa.

C.           Perumusan Masalah
Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
1.      Pengertian ragam bahasa.
2.      Macam-macam ragam bahasa.
3.      Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan media.
4.      Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan cara pandang penutur.
5.    Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan topik pembicaraan.

BAB II
PEMBAHASAN

A.      PENGERTIAN RAGAM BAHASA INDONESIA

       Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Dalam situasi kebahasaan, timbul berbagai ragam atau variasi bahasa sesuai dengan keperluannya, baik secara lisan maupun tulisan. Berikut definisi ragam bahasa dari beberapa ahli :
1.             Menurut Bachman (1990)
         Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda  menurut topik                yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta               menurut medium pembicara.
2.              Menurut Dendy Sugono (1999)
          Sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah               penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di           dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di             rumah, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku.”
3.              Menurut Fishman ed (1968)
          Suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak tertutup kemungkinan           untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa baku agar dapat menjadi anutan bagi                     masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Dalam pada itu perlu yang perlu diperhatikan ialah                 kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi             pembicaraan), pelaku bicara, dan topik pembicaraan.  
Ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa, ragam bahasa terdiri dari:
(1)   Ragam bahasa lisan
(2)   Ragam bahasa tulis
Bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar dinamakan ragam bahasa lisan, sedangkan bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya, dinamakan ragam bahasa tulis.
Meskipun ada kesamaan aspek tata bahasa dan kosa kata, masing-masing memiliki seperangkat kaidah yang berbeda satu dari yang lain.

B.  Berikut ini macam-macam ragam Bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu                         berdasarkan media, cara pandang penutur, dan pencampuran (kata serapan).

1.    Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan media
·                       Ragam Lisan
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur  pada struktur kalimat.
Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis. Ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis.  Kedua ragam itu masing-masing, ragam tulis dan ragam lisan memiliki ciri kebakuan yang berbeda. Berikut ini ciri-ciri ragam lisan yaitu:
a.       Memerlukan orang kedua/teman bicara;
b.      Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu;
c.       Tidak harus memperhatikan unsur gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
d.      Berlangsung cepat;
e.       Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu;
f.       Kesalahan dapat langsung dikoreksi;
g.      Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.

Contoh ragam lisan adalah ‘Sudah saya baca buku itu.’

·                     Ragam Tulis
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis makna kalimat yang diungkapkannya tidak ditunjang oleh situasi pemakaian, sedangkan ragam bahasa baku lisan makna kalimat yang diungkapkannya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalimat. Oleh karena itu, dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan di dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk kata dan struktur kalimat, serta kelengkapan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat. Berikut ini ciri-ciri ragam tulis yaitu:
1.      Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara;
2.      Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu;
3.      Harus memperhatikan unsur gramatikal;
4.      Berlangsung lambat;
5.      Selalu memakai alat bantu;
6.      Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi;
7.      Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.

Contoh ragam tulis adalah ’Saya sudah membaca buku itu.’

2. Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan cara pandang penutur
a. Ragam Bahasa Berdasarkan Daerah (logat/diolek)
    Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia         yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang                   digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memiliki ciri khas                yang berbeda-beda.
b.  Ragam Bahasa berdasarkan Pendidikan Penutur
     Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan            yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing.
c.  Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur
     Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut.

Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa Indonesia terdiri dari ragam dialek, ragam terpelajar, ragam resmi dan ragam tak resmi.
- Contoh ragam dialek adalah ‘Gue udah baca itu buku.’
- Contoh ragam terpelajar adalah ‘Saya sudah membaca buku itu.’
- Contoh ragam resmi adalah ‘Saya sudah membaca buku itu.’
- Contoh ragam tak resmi adalah ‘Saya sudah baca buku itu.’

3.  Ragam Bahasa Menurut Topik yang sedang Dibicarakan
Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa ilmiah, ragam hukum,            ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial, ragam kedokteran dan ragam sastra.

§    Ragam bahas bisnis
Ragam bahasa bisnis adalah ragam bahasa yang digunakan dalam berbisnis, yang biasa digunakan oleh para pebisnis dalam menjalankan bisnisnya.
Ciri-ciri ragam bahasa bisnis :
-          Menggunakan bahasa yang komunikatif.
-          Bahasanya cenderung resmi.
-          Terikat ruang dan waktu.
-          Membutuhkan adanya orang lain.
§    Ragam bahasa hukum
Ragam bahasa hukum adalah bahasa Indonesia yang corak penggunaan bahasanya khas dalam dunia hukum. Mengingat fungsinya mempunyai karakteristik tersendiri, oleh karena itu bahasa hukum Indonesia haruslah memenuhi syarat-syarat dan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.
Ciri-ciri ragam bahasa hukum :
-          Mempunyai gaya bahasa yang khusus.
-          Lugas dan eksak karena menghindari kesamaran dan ketaksaan.
-          Objektif dan menekan prasangka pribadi.
-          Memberikan definisi yang cermat tentang nama, sifat dan kategori yang diselidiki untuk menghindari kesimpangsiuran.
§    Ragam Bahasa Fungsional
Ragam bahasa fungsional adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja atau kegiatan tertentu lainnya.
§    Ragam Bahasa Sastra
Ragam bahasa sastra adalah ragam bahasa yang banyak menggunakan kalimat tidak efektif. Penggambaran yang sejelas-jelasnya melalui rangkaian kata bermakna konotasi sering dipakai dalam ragam bahasa sastra.
Ciri-ciri ragam bahasa sastra :
-          Menggunakan kalimat yang tidak efektif
-          Menggunakan kata-kata yang tidak baku
-          Adanya rangkaian kata yang bermakna konotasi
BAB III
PENUTUP


Kesimpulan

        Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Dalam konteks ini ragam bahasa meliputi bahasa lisan dan bahasa baku tulis.
         Pada ragam bahasa baku tulis diharapkan para penulis mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menggunakan Ejaan bahasa yang telah Disempurnakan (EYD), sedangkan untuk ragam bahasa lisan diharapkan para warga negara Indonesia mampu mengucapkan dan memakai bahasa Indonesia dengan baik serta bertutur kata sopan .



DAFTAR PUSTAKA


Modul Bahasa Indonesia tentang Ragam Bahasa oleh Tri Wahyu