ARTIKEL MANAJEMEN PROYEK DAN RISIKO
A. Manajemen
Proyek
1. Definisi Manajemen Proyek
Manajemen Proyek yaitu
penerapan ilmu pengetahuan, keahlian dan ketrampilan, cara teknis yang terbaik
dan dengan sumber daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang telah
ditentukan agar mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja, waktu, mutu
dan keselamatan kerja. Dalam manajemen proyek, perlunya pengelolaan yang baik
dan terarah karena suatu proyek memiliki keterbatasan sehingga tujuan akhir
dari suatu proyek bisa tercapai. Yang perlu dikelola dalam area manajemen
proyek yaitu biaya, mutu, waktu, kesehatan dan keselamatan kerja, sumberdaya,
lingkungan, resiko dan sistem informasi.
2.
Proses Manajemen Proyek
- Perencanaan:
Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi
kecenderungan di masa yang akan datang
dan penentuan strategi dan taktik yang tepat
untuk mewujudkan target dan tujuan
organisasi.
- Pengorganisasian:
Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah
dirumuskan dalam perencanaan didesain
dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan
tangguh,sistem dan lingkungan organisasi
yang kondusif,dan dapat memastikan bahwa
semua pihak dalam organisasi dapat bekerja
secara efektif dan efesien guna pencapaian
tujuan organisasi.
- Pengarahan: Proses implementasi program
agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak
dalam
organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan
tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran
dan produktifitas yang tinggi.
- Pengendalian:
Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan,diorganisasikan dan diimplementasikan
dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai
perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
Dalam Memanage,
manajer mengelola 5 jenis sumber daya yaitu :
1. Manusia
2. Material
3. Mesin (termasuk fasilitas dan Energi)
4. Uang
5. Informasi (Data)
1. Manusia
2. Material
3. Mesin (termasuk fasilitas dan Energi)
4. Uang
5. Informasi (Data)
B. Manajemen
Risiko
1.
Pengertian Manajemen Risiko
Manajemen resiko
adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian
yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian
risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko
dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat
diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari
risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua
konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus
pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen
keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
2.
Jenis-Jenis Risiko
Menurut IRM (2002), ada setidaknya 4 jenis risiko yang selama ini sudah dikenal orang, yakni:
Menurut IRM (2002), ada setidaknya 4 jenis risiko yang selama ini sudah dikenal orang, yakni:
- Risiko Operasional, yakni risiko yang berhubungan dengan operasional organisasi, antra lain misalnya risiko yang mencakup sistem organisasi, proses kerja, teknologi dan sumber daya manusia.
- Risiko Finansial, yakni risiko yang berdampak pada kinerja keuangan organisasi seperti kejadian risiko akibat dari fluktuasi mata uang, tingkt suku bunga termasuk risiko pemeberian kredit, likuiditas da kondisi pasar.
- Hazard Risk, yaitu risiko yang terkait dengan kecelakaan fisik seperti kerusakan karena kebakaran, gempa bumi, ancaman fisik dll
- Risiko stratejik, yaitu risiko yang ada hubungannya dengan strategi perusahaan, politik, ekonomi, hukum. Risiko ini juga terkait dengan reputasi kepemimpinan organisasi dan perubahan selera pelanggan.
3. Proses
manajemen risiko
Proses ini memberikan gambaran kepada kita bahwa untuk mengelola risiko
ada beberapa tahapan yakni:
a. Perencanaan Manajemen Risiko.
Perencanaan meliputi langkah
memutuskan bagaimana mendekati dan merencanakan kegiatan manajemen risiko untuk
sebuah proyek. Dengan mempertimbangkan lingkup proyek, rencana manajemen
proyek, faktor lingkungan perusahaan, maka tim proyek dapat mendiskusikan dan
menganalisis aktivitas manajemen risiko untuk proyek-proyek tertentu.
b. Identifikasi
Risiko
Identifikasi risiko dapat dilakukan dengan analisis sumber risiko
dan analisis masalah Analisis sumber risiko yaitu analisis risiko dengan
melihat darimana risiko berasal. Ada tiga sumber risiko yang sudah banyak
dikenal yakni Risiko internal yakni risiko yang bersumber dari internal
organisasi yang dapat dikategorikan dalam non technical risk (manusia,
material, keuangan) dan technical risk (disain, konstruksi dan operasi).
Analisis masalah adalah analisis risiko yang terkait dengan kekawatiran/
rasa khawatir.
c. Analisis Risiko Kualitatif
Analisis kualitatif salam manajemen risiko adalah proses menilai dampak dan
kemungkinan risko yang sudah diidentifikasi. Proses ini dilakukan dengan menyusun
risiko berdasarkan dampaknya terhadap tujuan proyek. Analisis ini merupakan
cara prioritisasi risiko sehingga membentuk gambaran risiko yang harus mendapat
perhatian khusus dan cara merespon risiko tersebut seandainya terjadi.
d.Analisis Risiko Kuantitatif
Analisis risiko secara kuantitatif
merupakan metode untuk mengidentifikasi risiko kemungkinan kegagalan sistem dan
memprediksi besarnya kerugian. Analisis ini dilakukan dengan mengaplikasikan
formula matematis yang dikaitkan dengan nilai finansial. Secara matematis
penghitungan risiko dilajkukan dengan mengalikan tingkat kemungkinan kejadian
dengan dampak yang ditimbulkan. Hasil analisis ini dapat digunakan untuk
mengambil langkah strategis dalam mengatasi risiko yang teridentifikasi.
e. Penanganan Risiko
Penangan risiko diartikan sebagai proses yang dilakukan untuk
meminimalisasi tingkat risiko yang dihadapi sampai pada batas yang dapat diterima.
Sacra kuantitatif, upaya meminimalisasi risiko dilakukan dengan menerapkan
langkah-langkah yang diarahkan pada turunnya angka hasil ukur yang diperoleh
dari analisis risiko. Meskipun dalam penanganan risiko dapat dilakukan dengan
satu atau lebih cara yang diaplikasikan secara bersamaan atau simultan misalnya
mengurangi risiko sekaligus mengalihkan risiko.
SUMBER :
auzanmuhammad90.blogspot.com/2010/02/artikel-manajemen-proyek-risiko.html